Bijak Gadget Mengurangi Ketergantungan Tanpa Drama

Sadar diri bahwa yang lebih dulu lahir adalah orang tua maka yang lebih dulu belajar adalah orang tuanya bukan meminta anak memahami kita.

📱Mengapa gadget menarik?

  • isinya bermacam-macam, apa yang kita cari ada. Sementara anak rasa ingin tahunya tinggi dan orang tua gitu-gitu saja.
  • Gadget responsif, sementara ortunya slow respon. Kelemahan:
    • Anak cepat bosan
    • Tidak sabaran

Drama dimulai ketika:
Orang tua risih ketika anak rewel, akhirnya orang tua luluh. Anak yang rewel/tatrum itu wajar, bahasa alamiah anak dari lahir.
Anak sedang mengelola emosinya. Orang dewasa saja banyak yang belum terbiasa mengenal emosinya. Semua emosi negatif(malu, kecewa) diidentifikasi sebagai Marah, begitupun anak.

🤔 Apa yang harus dilakukan?.
Metode keterlanjuran

Ada 3 SI:

  1. ISI (waspada isi gadget). Ajak anak ngobrol dengan bahasa anak mengenai berjuta dan bermacam isinya ada yang negatif.
  2. Durasi (batasi durasinya). Komunikasikan terlebih dahulu kenapa perlu dibatasi.
    • Anak usia 0-2 th = 0 jam
    • Anak usia 2-14 th = 2 jam
  3. Distraksi cari kegiatan yang mengalihkan perhatiannya.

💫Jika anak sudah terlanjur kecanduan bisa dibantu dengan hipnoterapi.
Hipnoterapi yang bisa kita lakukan sendiri dirumah:

  1. Panggil dengan panggulan sholih/sholihah dengan nada yang lembut
  2. Malam ketika anak tidur. (kenapa ketika tidur karena otak anak dalam keadaan gelombang alfa yang bisa tetap bisa mendengarkan meskipun tidur). Langkahnya:
    💧Orang tua bangun sholat malam
    💧baca surat pendek
    💧tiup ke ubun-ubun anak
    💧bisikkan nasehat yang di inginkan

🌱poin penting pengasuhan adalah keteladanan maka mari bersungguh-sungguh menjadi orang tua 🌱

Leave a Comment